Google ads

Rabu, 06 April 2016

HAL-HAL PENTING untuk SEDIAAN STERIL




·         STABILITAS ZAT AKTIF (pada pH berapa) sedapat mungkin diketahui, jangan hanya mencantumkan “zat aktif X stabil pada larutan asam atau larutan netral”
Pastikan pH stabilnya, jangan juga hanya mencantumkan “Stabilitas zat aktif X dalam dapar berair (pH 4,5; 7,0; 9,0)” à sedapat mungkin dicari berapa pH stabilitasnya. Dipastikan data stabilitas yang diperoleh lengkap. Sedapat mungkin dicari laju penguraian dari zat aktif tersebut.
Contoh: bila banyak masalah untuk dibuat larutan, pH rendah hingga 2, dapat saja dibuat rekonstitusi. Larutan untuk renkonstitusi dapat dibuat pada pH darah jika laju penguraian memungkinkan. Penguraian tidak segera terjadi pada pH netral dan suhu tertentu. Selain itu, dapat digunakan anestetika local.
·         Sediaan OTT sebaiknya dalam keadaan steril walaupun tidak dipersyarakan harus steril menurut farmakope.
·         Buku panduan praktikum steril dari Benny Logawa sebaiknya tidak digunakan sebagai referensi. Sedapat mungkin merujuk pada text book seperti trissel, handbook of injectable drug, dll.
·         Penetapan bobot jenis cairan, viskositas & aliran, uji kejernihan dan warna (bukan kewajiban, tidak ada di farmakope), pemeriksaan bahan partikulat, dan volume terpindahkan à tidak termasuk IPC.
Uji-uji apa aja yg masuk ke dalam IPC, memang tidak ada pustaka, tetapi harus dipikirkan sendiri menurut logika, kira-kira parameter apa atau di bagian apa titik kritisnya. Bahwa IPC sediaan steril likuida akan lebih sederhana dibandingkan dengan IPC sediaan tablet. Untuk sediaan steril likuida secara sederhana mirip dengan larutan sejati nonsteril. Salah satu parameter penting yang dapat dijadikan IPC dalam sediaan steril likuida adalah penentuan/penetapan pH.
·         Sebutkan/Tuliskan/Nyatakan VOLUME yang harus dimasukkan ke dalam tiap wadah, misalnya : disuruh membuat OTM 1000 botol @ 10mL, setelah dihitung-hitung, volume yang harus dimasukkan ke dalam tiap botol adalah 10,7mL/botolnya; Jumlah ini (10,7mL) harus dicantumkan di dalam jurnal bahwa sediaan yang harus dimasukkan ke dalam wadah adalah 10,7mL per botol. (10mL cairan kental à + 0,7mL; Volume yang harus dilebihkan ini bisa dilihat di FI IV hlm 1044)
·         Nyatakan ruang pengerjaan, seperti : sediaan dibuat di ruang dengan syarat …… (ruang steril, seperti jumlah bakteri maksimum). Persyaratan dapat ditemukan pada CPOB. Nyatakan juga bagi yang berkaca mata, bahwa kacamata dispensasi untuk tidak disterilisasi.
·         Bila pada prosedur pembuatan, menggunakan penyaring/filter, nyatakan ukuran filter yang digunakan berapa. Ukuran membrane filter yang digunakan serta bahan yang digunakan. Setahu Sherly, membrane yang biasa digunakan adalah membrane selulosa dengan ukuran yaitu 0,45 μm dan 0,22 μm. Ada bahan pembentuk membrane lain yang digunakan dalam keadaan khusus.
·         Gas N2 yang dialiri berfungsi untuk menghilangkan gas CO2  yang mengisi ruang dalam ampul atau vial. Tujuan pengusiran gas CO2 ini untuk menjaga kestabilan zat aktif dari penguraian karena ada CO2 ini.
·         CANTUMKAN pH sediaan yang akan dibuat. pH sediaan ini sangat penting dicantumkan pada kesimpulan formula yang disusun.
·         Hati-hati dalam menggunakan data ΔTf, apabila zat yang kita gunakan dalam bentuk n.hidrat, sedangkan data ΔTf yang ada adalah bentuk anhidratnya.
·         Untuk sediaan steril ini, wajib menuliskan prosedur yang menyatakan bahwa ruangan pengerjaan dan alat-alat yang digunakan harus disterilkan. Ingat, meskipun menggunakan sterilisasi akhir, alat-alat yang digunakan pun TETAP harus disterilisasi à untuk mengurangi Bio Burden
·         Zat aktif selalu dilebihkan 5%, nyatakan alasannya (Alasan pasti masih dalam konfirmasi, ada yang menyatakan dilebihkan untuk mengantisipasi kehilangan zat aktif karena kemungkinan tejadi adsorpsi pada kertas saring; memang di buku Penuntun Praktikum Steril, pembuatan injeksi, infus, dan Obat tetes secara umum melalui proses penyaringan à ini LOGIS, tetapi yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah bila sediaan kita punya berbentuk suspensi yang ga mungkin melalui proses penyaringan.)
·         Penulisan prosedur harus detil, misal
-          Saat prosedur penimbangan, jangan hanya menulis “semua zat yang dibutuhkan ditimbang”, tetapi tulis dengan detil zat aktif a ditimbang sebanyak berapa mg (atau gram), zat b ditimbang sebanyak berapa mg (atau gram), dst sampai semua bahan yang digunakan dinyatakan secara detil jumlahnya.
-          Tulis prosedur pembuatan aqua pro injectio
-          Tulis dilakukan/dikerjakan di ruangan mana, misal : “Pencampuran dilakukan di bawah Laminar Air Flow”
-          Tulis dengan detil waktu/ berapa lama di-autoklaf
-          Tulis jumlah (volume) yang harus dimasukkan


INJEKSI (Repetitorium hlm 2-3)
Intravena             :     Jumlah kecil : tidak mutlak harus isotonis & isohidri
                                    Jumlah besar : MUTLAK harus isotonis & isohidri
                                    Injeksi intravena ini umumnya bentuk larutan sejati pembawa air
                                    Bentuk suspensi masih dipertentangkan à ukuran partikel zat aktif < 0,1μm (ukuran yang > 0,1μm dapat menyebabkan emboli)
                                    Pemberian larutan 10mL atau lebih besar dalam SEKALI SUNTIK à WAJIB BEBAS PIROGEN
Intra muskular    :     Sedapat mungkin dibuat isotoni
                                    Dalam bentuk larutan lebih cepat diabsorpsi daripada suspensi atau larutan berpembawa minyak
Sub kutan            :     Sebaiknya isotoni & isohidri
                                    Volume larutan yang disuntikkan tidak lebih dari 1mL
Intra kutan          :     Volume yang diberikan 0,1-0,2mL
Intratekal, Intraspinal, Intradural, Intralumbal : Harus isotoni & isohidri
                                                                                 Hipertonis à tujuan anestesi


( Steril hlm 167 - 169)
Suspensi : untuk injeksi intramuskular & subkutan
Emulsi : jarang ada karena sangat sukar membuat sediaan emulsi parenteral stabil dengan diameter < 1 μm (agar tidak terjadi emboli pada aliran darah)
Sirup Kering/Suspensi Rekonstitusi : setelah direkonstitusi (dicampur air saat akan digunakan), harus habis dalam waktu 1 minggu = 7 hari à INGAT!! Penulisan pada label

CHECK LIST Sediaan Steril
  • Stabilitas zat aktif
  • Stabilitas sediaan
  • Data kelarutan (berkaitan dengan bentuk sediaan yg akan dibuat)
  • Perhitungan dosis
  • Perhitungan tonisitas
  • isohidris
  • Perhitungan dapar (kecuali pada INFUS, tidak boleh pake dapar) bila perlu
  • Adjust pH bila perlu
  • Perhitungan kapasitas dapar
  • Sterilisasi alat-alat & bahan-bahan yang digunakan, & ruang pengerjaan

Tidak ada komentar:

Google Ads