Google ads

Minggu, 12 Juli 2015

BENTUK-BENTUK SEDIAAN FARMASI



A.TABLET
Tablet adalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan, dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. Tablet kempa dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja. Tablet dapat dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah ke dalam lubang cetakan.
(Farmakope Indonesia, Edisi IV, 1995).
Syarat-syarat tablet, yaitu :
- Ukuran seragam : diameter tablet 1 ½-3 kali tebal tablet.
- Bobot seragam : penyimpangan rata-rata untuk tablet dengan berat 300 mg atau lebih, ialah    5-10%.
- Waktu hancur / disintegrasi tablet : harus hancur dalam air dalam waktu tidak
lebih dari 15 menit pada suhu 36º – 38º C.
- Waktu hancur tablet bersalut gula atau bersalut selaput : harus hancur dalam air dalam waktu tidak lebih dari 60 menit.
- Waktu hancur tablet bersalut enteric : zat penyalut dilarutkan dulu dalam HCL
0,06 N selama 3 jam, kemudian tablet dimasukkan ke dalam dapar pH 6,8. Tablet harus hancur dalam waktu 60 menit pada suhu 36º- 38ºC
(Zaman, N,1990).
Berbagai macam bentuk tablet adalah
1.Tablet implant
Tablet Implantasi adalah tablet yang pemakaiannya dengan cara menanamkannya dalam jaringan bawah kulit..
Contohnya : andalan  , yasmin,
Tablet salut gula
Tablet salut gula yaitu tablet kompresi yang disalut dengan bahan penyalut tambahan. Tablet kompresi ini mungkin diberi lapisan gula berwarna dan mungkin juga tidak, lapisan ini larut dalam air dan dapat terurai begitu ditelan.
Penyalut yang digunakan seperti dengan lapisan gula (tablet salut gula), dengan selaput tipis yang larut atau tidak di dalam air maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet (tablet salut selaput), dengan lapisan yang tak larut atau hancur di dalam lambung tapi di usus (tablet salut enterik), manfaat penyalutan ini adalah untuk melindungi obat dari udara dan kelembaban, memberikan rasa, menghilangkan bau dan rasa pahit dari obat, menjaga stabilitas obat yang terurai oleh asam lambung. Kerugian tablet salut gula adalah pengolahannya membutuhkan waktu dan keahlian lebih, menambah berat dan ukuran tablet. (Ansel, 1985).
Keuntungan dan kerugiannya
 Keuntungan:
1. Salut gula memberikan permukaan yang halus dan berkilau
 2. Salut gula menutupi rasa pahit dan salut gula rasanya manis
 3. Salut gula menambah kerapian dari  produk.                                            
 Kerugian:
Salut gula menambah bobot tablet, dan salut gula itu higroskopik.
contohnya:ponstan, neurobion,antiza,caviplex

Tablet lepas lambat
Menurut Farmakope Indonesia IV, berikut ini adalah pengertian dari Tablet Lepas Lambat.
Tablet lepas lambat adalah tablet yang dibuat sedemikian rupa sehingga zat aktif akan tersedia dalam jangka waktu tertentu setelah obat diberikan. Istilah lepas lambat digunakan untuk tujuan farmakope dan persyaratan pelepasan obat dijelaskan dalam masing-masing monografi. (Sumber: FI. IV, 6)
Ada juga pengertian lain dari Tablet Lepas Lambat yaitu : sediaan tablet yang dirancang untuk memberikan aktivitas terapetik diperlama dengan cara pelepasan obat secara terus-menerus selama periode tertentu dalam sekali pemberian.
Intinya, tablet lepas lambat dirancang agar zat aktif dilepas secara perlahan untuk memberikan aktivitas terapetik yang lebih lama.
1. Pada jenis obat tertentu, dengan dibuatnya tablet lepas lambat otomatis frekuensi pemberian obat akan menjadi berkurang, dan menjadi lebih efisien. Misalnya yang tadinya dalam sehari obatnya harus diminum tiga kali, bisa menjadi dua kali saja.
2. Seperti yang tertera dalam pengertian di atas, efek terapeutik obat lebih lama.
3. Efek merugikan obat dapat ditekan, karena tidak sempat terjadi fluktuasi kadar obat di dalam tubuh.
Jadi, jika Anda mendapatkan resep yang berisi tablet lepas lambat, jangan merasa aneh karena yang biasanya harus minum tiga kali sehari kini menjadi dua kali sehari. Namun, harus diingat pula, jangan sampai Anda lupa bahwa tablet yang Anda minum bukanlah tablet yang biasanya. Karena, bila Anda lupa dan kelebihan meminumnya dalam sehari, efek samping merugikan dari obat tersebut akan terasa lebih berat.
Contoh obat: neurobat ,asam mefenamat, ibuprofen, nivedipin.
tablet salut enterik
Tablet salut enterik adalah tablet yang disalutkan dengan lapisan yang tidak melarut atau hancur di lambung tapi di usus. Digunakan untuk obat-obat yang rusak jika terkena asam labung, mengiritasi mukosa lambung, atau bila melintasi lambung menambah absorbsi obat di usus halus sampai jumlah yang berarti.
Contohnya: voltaren, aspirin, bisacodyl, dulcolax, diklofenak, situmulant laxative.
Voltaren 50 mg, Enzymfo
Tablet bukal
Tablet bukal adalah tablet yang digunakan dengan cara meletakkan tablet diantara pipi dan gusi sehingga zat aktif diserap secara langsung melalui mukosa mulut (Syamsuni, 2006).
Contoh : sternil, ellaone

tablet effervescent (larut)
merupakan tablet berbuih yang dibuat dengan cara kompresi granul yang mengandung garam effervescent atau bahan-bahan lain yang mampu melepaskan gas ketika bercampur dengan air (Ansel, 1989).
Tablet Effervescent adalah tablet yang penggunaannya dilarutkan terlebih dahulu dalam air kemudian diminum. Didalam tablet selain zat aktif juga mengandung campuran asam (asamsitrat, asam tartrat) dan natrium bikarbonat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan karbondioksida.
 Contoh: tablet Calsium D Redokson (CDR),redaxon, vitamixon,jontace, berocca, alkaseltzer.
Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis “tidak untuk langsung ditelan”.
tablet hisap
Tablet hisap adalah tablet yang dimaksudkan untuk pengobatan iritasi lokal atau infeksi mulut atau tenggorokan yang ditujukan untuk absorbs sistemik setelah ditelan.
Contoh: sakatonic ABC, fitkom, biovision , appeton, vidoran smart.
tablet kunyah
Tablet kunyah adalah tablet yang dimaksudkan untuk dikunyah, memberi residu dengan rasa enak dalam rongga mulut, mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.
Contoh: tablet antasida, inzana, kids smart, kids calsium, polycrol.
Tujuan dibuat tablet kunyah diantaranya adalah untuk memberikan suatu bentuk pengobatan yang dapat diberikan dengan mudah. Terkadang anak-anak sukar untuk menelan tablet bentuk utuh, sehingga dibutuhkan suatu bentuk sediaan supaya dapat digunakan untuk anak-anak daintaranya yaitu sirup dan tablet kunyah. Tidak hanya anak-anak, orang tua baik sengaja maupun tidak sengaja juga membutuhkan bentuk sediaan oral yang mudah untuk digunakan. Sehingga tablet kunyah tidak hanya diberikan kepada anak-anak saja tetapi juga bisa diberikan pada orang dewasa.
Keuntungan tablet kunyah dibandingkan dengan bentuk sediaan padat oral lainnya meliputi
- Ketersediaan hayati yang lebih baik
- Melewati proses desintegrasi dan dapat meningkatkan disolusi
- Penggunaan yang lebih mudah
- Rasa manis
- Dapat digunakan sebagai pengganti bentuk sediaan cair jika diperlukan onset yang cepat
- Memiliki keunikan produk dari sudut pandang pemasaran

Tablet kunyah juga memiliki beberapa kelemahan yaitu:
- Rasa "zat aktif" (bukan tabletnya) dan zat aktif yang mempunyai tingkat konsentrasi dosis yang sangat tinggi memberikan kendala yang signifikan untuk diatasi formulator/sulit dibuat tablet kunyah
- Tidak semua bahan cocok untuk dibuat tablet kunyah
Karakteristik tablet kunyah apabila dikunyah akan membentuk massa yang halus, mempunyai rasa yang enak dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. Tablet kunyah lembut segera hancur ketika dikunyah atau dibiarkan melarut dalam mulut.
Tablet kunyah yang memiliki pangsa pasar terbesar adalah bentuk sediaan kunyah yang mengandung gom kunyah, sedangkan dalam bentuk segi empat menunjukkan pangsa pasar yang lebih sedikit.
Pertimbangan formulasi utama, yang penting untuk tablet kunyah ialah rasa sediaan tersebut. Sehingga kenapa sediaan tablet kunyah semua manis, karena sesuai yang dipersyaratkan bahwa tablet kunyah harus dikunyah terlebih dahulu, sehingga harus memberikan rasa yang enak alias wajib enak. Oleh karena itu dalam formulasinya tablet kunyah harus memperhatikan penambahan bahan perasa.
Pada pembuatan tablet kunyah, Evaluasi yang dilakukan pada tablet jadi kunyah sama dengan tablet oral pada umumnya yaitu meliputi Uji kekerasan, Kerapuhan, Waktu hancur (karena beberapa tablet kunyah terkadang lupa ditelan secara utuh), Evaluasi fisik tablet, disolusi dan Tanggap rasa.
Tablet sublingual
Tablet sublingual adalah tablet yang digunakan dengan cara diletakkan di bawah lidah sehingga zat aktif diserap secara langsung melalui mukosa mulut, diberikan secara oral, atau jika diperlukan ketersediaan obat yang cepat.
jenis tablet ini dimaksudkan untuk diserap langsung oleh selaput lendir mulut. Obat-obatan yang diberikan dengan cara ini dimaksudkan agar memberikan efek sistemik, dan karena itu harus dapat diserap dengan baik oleh selaput lendir mulut. Tablet hendaklah diracik dengan bahan pengisi yang lunak, yang tidak merangsang keluarnya air liur. Ini mengurangi bagian obat yang tertelan dan lolos dari penyeraapan oleh selaput lendir mulut. Di samping itu, tablet ini hendaklah dirancang untuk tidak pecah, tetapi larut secara lambat, biasanya dalam jangka waktu 15-30 menit, agar penyerapan berlangsung dengan baik.
Keuntungan tablet sublingual adalah :
1.      Cocok untuk jenis obat yang dapat dirusak oleh cairan lambung atau sedikit sekali diserap oleh saluran pencernaan.
2.      Bebas First Pass Metabolism.
3.   Proses absorpsinya cepat karena langsung diabsorpsi melalui mukosa mulut, sehingga diharapkan dapat memberikan efek yang cepat juga.
Adapun kerugian tablet sublingual adalah :
1.   Hanya sebagian obat yang dapat dibuat menjadi tablet sublingual dan bukal karena obat yang dapat diabsorpsi melalui mukosa mulut jumlahnya sangat sedikit.
2.   Untuk obat yang mengandung nistrogliserin pengemasan dan penyimpanan obat memerlukan cara khusus karena bahan ini mudah menguap. 
Tablet salut kempa
Tablet salut kempa adalah tablet yang disalut secara kempa cetak dengan massa granulat yang terdiri atas laktosa, kalsium fosfat, dan zat lain yang cocok. Mula-mula dibuat tablet inti, kemudian dicetak lagi bersama granulat kelompok lain sehingga terbentuk tablet berlapis.
Contohnya : promag
Tablet salut selaput
Tablet salut selaput adalah tablet yang disalut dengan selaput tipis dari polimer yang larut atau tidak larut dalam air maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet. Kelebihan : lebih tahan lama, lebih sedikit bahan. Tablet salut selaput pecah dalam saluran lambung-usus.
Tablet ini disalut dengan selaput yang tipis yang akan larut atau hancur di daerah lambung

Tablet hipodermik
Tablet Hipodermik adalah tablet yang mudah larut dalam air digunakan sebagai injeksi untuk disuntikkan di bawah kulit. Contoh: Atropin Sulfat

tablet telan
Tablet biasa / tablet telan. Dibuat tanpa penyalut, digunakan per oral dengan
cara ditelan, pecah dilambung. Contoh nya parcetamol,naspro,saridon,antimo.
B.KAPSUL   
Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin; tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai (Depkes RI, 1995).
1.KAPSUL LUNAK
Kapsul gelatin lunak dibuat dari gelatin dimana gliserin atau alkohol polivalen dan sorbitol ditambahkan supaya gelatin bersifat elastis seperti plastik. Kapsul-kapsul ini mungkin bentuknya membujur seperti elips atau seperti bola dapat digunakan untuk diisi cairan, suspensi, bahan berbentuk pasta atau serbuk kering (Ansel, 1989).
            Contohnya : deep sea, hobat, ostriol, squalen, ts fish oil.

KAPSUL KERAS
Kapsul cangkang keras terdiri atas wadah dan tutup yang dibuat dari campuran gelatin, gula dan air, jernih tidak berwarna dan pada dasarnya tidak mempunyai rasa. Biasanya cangkang ini diisi dengan bahan padat atau serbuk, butiran atau granul. Ukuran kapsul mulai dari yang besar sampai yang kecil yaitu 000, 00, 1, 2, 3, 4, 5.
            Contohnya: albibet, lady fem, daun sirsak.
Keuntungan dan Kerugian Bentuk Sediaan Kapsul
Keuntungan pemberian bentuk sediaan kapsul:
      1. Bentuknya menarik dan praktis.
      2. Cangkang kapsul tidak berasa sehingga dapat menutupi obat yang berasa dan berbau tidak    enak.
      3. Mudah ditelan dan cepat hancur atau larut dalam perut sehingga obat cepat diabsorpsi.
      4. Dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda-beda sesuai kebutuhan pasien.
      5. Kapsul dapat diisi dengan cepat karena tidak memerlukan bahan zat tambahan atau penolong seperti pada pembuatan pil maupun tablet.

Kerugian pemberian bentuk sediaan kapsul:
1.      Tidak bisa untuk zat-zat yang tidak mudah menguap karena pori-pori kapsul tidak dapat menahan penguapan.
2.      Tidak bisa untuk  zat-zat yang higroskopis (menyerap lembab).
3.      Tidak bisa untuk  zat-zat yang dapat bereaksi dengan cangkang kapsul.
4.      Tidak bisa untuk balita.
5.      Tidak bisa dibagi-bagi.

C.S E R B U K
Ø  Pulvis (serbuk)
adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Contoh nya: mycorine, herocyn
KEUNTUNGAN SERBUK
-Kombinasi bahan obat bervariasi sesuai kebutuhan pasien
-Dosis lebih tepat sesuai keadaan pasien
-Lebih stabil dibanding bentuk sediaan cair
-Ukuran partikel kecil sehingga disolusi dalam cairan tubuh lebih cepat disbanding serbuk, pil dan tablet.
KERUGIAN SERBUK
-Kurang baik untuk bahan obat yang tak tahan lembab, kontak dengan udara
-Obat yang pahit akan menyebabkan muntah, korosif yang sulit diatasi
-Perlu waktu peracikan relatif lama
Ø  SERBUK TABUR
Serbuk ringan,bebas butiran kasar dimaksudkan untuk pemakaian luar, umumnya dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan.
      Talk, kaolin, dan bahan mineral yang digunakan untuk serbuk tabur harus bebas dari bakteri Clostridium Tetani dan Clostridium Welchii,dan Bacillus Antrachis.
      Tidak boleh dipakai pada luka terbuka. Contohnya: boric acid.

Ø  PULVERES(SERBUK TERBAGI)
Pulveres
:
Adalah Serbuk berbentuk halus,kering dan homogen diberikan dalam bentuk terbagi –bagi dibungkus untuk sekali minum dipakai untuk obat dalam.
 contonya: de cecco.
4.SEBUK UNTUK INJEKSI
            adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi, atau suspensi, atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum dibenarkan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan kedalam kulit atau melalui kulit selaput lendir.
Contohnya: prokaian penisilin, agofollin, trixon,kanamycin hj
Contohnya Trixon Serbuk Injeksi
Suppositoria
Suppositoria adalah salah satu bentuk  sediaan farmasi yang digunakan untuk obat luar, dalam hal ini melalui rectal/ anal, vaginal atau uretral.  yang ditujukan untuk mencapai efek lokal maupun sistemik. Menurut Farmakope Indonesia edisi IV yang dimaksud dengan sediaan suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang diberikan melalui rektal, vagina, atau uretra. Umumnya meleleh, melunak, atau melarut pada suhu tubuh. Suppositoria dapat bertindak sebagai pelindung jaringan setempat, sebagai pembawa zat terapeutik yang bersifat lokal atau sistemik. Bahan dasar suppositoria umumnya lemak coklat , gelatin trigliserinasi, minyak nabati terhidrogenasi, campuran polietilen glikol  berbagai bobot molekul dan ester asam lemak polietilen glikol.
menurut Ansel, 2005 Bentuk dan ukurannya harus sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam lubang atau celah yang diinginkan tanpa meninggalkan kejanggalan begitu masuk, har us dapat bertahan untuk suatu waktu tertentu
Penggunaan suppositoria bertujuan :
1. Untuk tujuan lokal seperti pada pengobatan wasir atau hemoroid dan penyakit infeksi lainnya. Suppositoria untuk tujuan sistemik karena dapat diserap oleh membran mukosa dalam rektum.
2. Untuk memperoleh kerja awal yang lebih cepat
3. Untuk menghindari perusakan obat oleh enzim di dalam saluran gastrointestinal dan perubahan obat secara biokimia di dalam hati ( Syamsuni, 2005 )
Penggolongan suppositoria berdasarkan tempat pemberiannya dibagi menjadi:
1.Suppositoria rectal :
Suppositoria rectal untuk dewasa berbentuk berbentuk lonjong pada satu atau kedua ujungnya dan biasanya berbobot lebih kurang 2 g ( anonim, 1995). Suppositoria untuk rektum umumnya dimasukkan dengan jari tangan. Biasanya suppositoria rektum panjangnya ± 32 mm (1,5 inchi), dan berbentuk silinder dan kedua ujungnya tajam. Bentuk suppositoria rektum antara lain bentuk peluru,torpedo atau jari-jari kecil, tergantung kepada bobot jenis bahan obat dan basis yang digunakan. Beratnya menurut USP sebesar 2 g untuk yang menggunakan basis oleum cacao ( Ansel,2005 ). supositoria jenis ini biasanya disebut suppositoria di pasaran.
2. Suppositoria vaginal :
 umumnya berbentuk bulat atau bulat telur dan berbobot lebih kurang 5,0 g dibuat dari zat pembawa yang larut dalam air atau yang dapat bercampur dalam air seperti polietilen glikol atau gelatin tergliserinasi. Suppositoria ini biasa dibuat sebagai “pessarium” .                ( Anonim,1995; Ansel, 2005). suppositoria jenis ini, dipasaran disebut sebagai ovula.
3.Suppositoria uretra :
 suppositoria untuk saluran urine yang juga disebut “bougie”. Bentuknya ramping seperti pensil, gunanya untuk dimasukkan ke dalam saluran urine pria atau wanita. Suppositoria saluran urin pria berdiameter 3- 6 mm dengan panjang ± 140 mm, walaupun ukuran ini masih bervariasi satu dengan yang lainnya. Apabila basisnya dari oleum cacao maka beratnya ± 4 gram. Suppositoria untuk saluran urin wanita panjang dan beratnya ½ dari ukuran untuk pria, panjang ± 70 mm dan beratnya 2 gram, bila digunakan oleum cacao sebagai basisnya ( Ansel, 2005).

Tidak ada komentar:

Google Ads