Google ads

Kamis, 26 Mei 2016

peggunaan zat radioaktif



Akhir-akhir ini peggunaan zat-zat radioaktif telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, termasuk di Indonesia. Dengan majunya teknologi kedokteran nuklir, proses-proses fisiologi, biokimia, patologi, dan farmakologi dari berbagai jenis obat telah dapat dipelajari dengan metode isotop radioaktif.
Pemanfaatan material radioaktif, khususnya radiasi radioaktif adalah didasarkan pada kemampuan radiasi menimbulkan perubahan, antara lain dapat mengionkan nuklida atau molekul, memutuskan ikatan antar atom sehingga menghasilkan radikal-radikal bebas, membuat nuklida atau nukleon menjadi radioaktif, dan membebaskan sejumlah energi panas. Untuk dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien maka terlebih dahulu dilakukan identifikasi untuk mengetahui jenis dan jumlah radiasi yang akan digunakan. Hal ini perlu dilakukan karena setiap jenis radiasi memiliki sifat-sifat yang khas sehingga untuk menentukan keberadaannya baik dalam jenis dan jumlah radiasinya juga perlu menggunakan cara dan teknik yang khas pula untuk setiap jenis radiasi (Retug, 2005).
Penggunaan radioisotop bergantung pada kebijakasanaan umat manusia, karena radioisotop dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia atau sebaliknya dapat digunakan untuk membuat kehancuran (Sutresna, 2007). Untuk itu pada bab ini akan dijelaskan lebih rinci apa itu isotop, sediaan radiofarmasi dan aplikasi sedian radiofarmasi baik sebagai diagnostik ataupun terapeutik.

Tidak ada komentar:

Google Ads