Google ads

Selasa, 31 Maret 2015

DIARE



1.2.1 Pendahuluan
            Diare adalah peningkatan frekuensi defekasi dan konsistensi defekasi yang encer, terjadi lebih dari tiga kali sehari.1 Berat feses meningkat (>200 mg/hari) yang dihubungkan dengan meningkatnya cairan, frekuensi BAB, tidak enak pada perinal, dan rasa terdesak untuk BAB.6,7,8,9

Diare diklasifikasi atas :1,5,6,10
1. Diare Akut
Merupakan diare yang terjadi kurang dari 3 hari
2. Diare Kronik
Diare yang terjadi lebih dari 2 minggu
Penyebab Diare Akut adalah :6,10
1. Bakteri
Bakteri masuk ke dalam tubuh melaui makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh bakteri, seperti E. Coli, Shigela, Aeromonas.
2. Parasit
Parasit ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Contoh: Giarda lamblia, Entamoeba histolityca
3. Virus
Diare yang disebabkan oleh virus akan disertai dengan mual, muntah, dan demam. Contoh: Rotavirus, Adenovirus.
4. Obat
Obat-obat tertentu dapat menimbulkan efek samping diare, seperti laksatif, antasid (yang mengandung magnesium), Antibiotik (klinda,isin, tetrasiklin).

1.2.2 Patogenesis
            Mekanisme terjadinya diare akut maupun kronik dapat dibagi menjadi: 7,9,11
1.      Diare Osmotik
Terjadi bila ada bahan yang tidak dapat diserap meningkatkan osmolaritas dalam lumen yang menarik air dari plasma sehingga terjadi diare. Contohnya adalah mal absorbsi karbohidrat akibat defisiensi laktase atau akibat garam magnesium.
2.      Diare Sekretorik
Terjadi gangguan transport elektrolit baik absorbsi yang berkurang ataupun sekresi yang meningkat. Hal ini dapat terjadi akibat toksin yang dikeluarkan bakteri, misalnya: toksin kolera.
3.      Diare Eksudatif
Terjadi karena proses inflamasi yang mengakibatkan peningkatan kerusakan mukosa usus halus dan usus  besar. Eksudasi dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau bersifat non infeksi seperti, inflamasi bowel disease (IBD).
4.      Diare akibat gangguan motilitas yang mengakibatkan waktu transit usus menjadi lebih cepat.

1.2.3 Manifestasi Klinik
Awalnya anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare yang ditandai dengan tinja menjadi cair. Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare. Bila telah banyak kehilangan air dan elektrolit terjadilah gejala dehidrasi, berat badan turun, ubun-ubun cekung, dan turgor kulit berkurang.3
                       
1.2.4  Penatalaksanaan
Tujuan Terapi: 1 
1.      Mencegah gangguan asam basa dan elektrolit akibat kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan
  1. Pengobatan gejala
  2. Pengobatan penyebab diare

1.2.4.1 Terapi Cairan Pada Anak5
1.      Dehidrasi sedang-ringan :
Anak-anak harus menerima terapi rehidrasi oral 50 mL/kg(dehirasi ringan) atau 100mL/kg (dehidrasi sedang) selama 4 jam. Penggantian karena kehilangan saat BAB (10 mL/kg setiap BAB) dan saat muntah akan memerlukan penambahan total cairan. Cola dan minuman olahraga tidak dianjurkan karena kandungan elektrolitnya yang tidak mencukupi, dan kadar karbohidratnya terlalu banyak.
2.      Dehidrasi berat
Anak dengan dehidrasi berat dalam kondisi shock harus menerima terapi rehidrasi IV agresif secepatnya.  Saat terapi iv dibutuhkan harus dimulai dengan larutan isotonis .

 Tabel : Penilaian derajat dehidrasi 3
Penilaian
A
B
C
Lihat: Keadaan 
           Umum
Baik,sadar
Gelisah, rewel
Lesu, lunglai, tidak sadar
-          Mata
Normal
Cekung
Sangat cekung dan kering
-          Air mata
Ada
Tidak ada
Tidak ada
-          Mulut dan lidah
Basah
Kering
Sangat kering
-          Rasa haus
Minum biasa tidak haus
Haus, ingin minum banyak
Malas minum dan tidak bias minum
Periksa: Turgor
               Kulit
Kembali cepat
Kembali lambat
Kembali sangat lambat
Hasil pemeriksaan
Tanpa dehidrasi
-          Dehidrasi ringan/sedang
-          Bila ada 1 tanda,ditambah 1 atau lebih tanda lain
-          Dehidrasi berat
-          Bila ada 1 tanda ditambah 1 atau lebih tanda lain

 1.2.4.2 Terapi Antibiotik.1,6
Salah satu penyebab diare utama adalah infeksi oleh beberapa mikroorganisme seperti E. coli, Shigella, Salmonella, Campylobacter spp Terapi antimikroba efektif dalam kasus shigellosis. Shigella adalah bakteri penyebab disentri, yang ditandai dengan diare berlendir dan berdarah. Terapi yang diberikan dapat berupa antibiotik ceftriakson atau cefixim atau cotrimoxazol. 

1.2.4.3 Terapi Nonfarmakologi 1
          Pengaturan makanan adalah prioritas pertama dalam penatalaksanaan diare. Mengkonsumsi makanan padat tidak dianjurkan selama 24 jam pasca diare.
 
Cairan oralit yang dianjurkan WHO, tiap 1 liter mengandung 3,5 g/l natrium klorida, 2,5 g/l natrium bikarbonat, 1,5 g/l kalium klorida, dan 20 g/l glukosa. Elektrolit yang dikandung meliputi natrium 90 mMol/l, klorida 80 mMol/l, kalium 20 mMol/l, bikarbonat 30 mMol/l, dan glukosa 111 mMol/liter.

Tabel : Jumlah oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama.3
            Dalam 3 jam pertama, berikan 75 ml/kgBB atau bila berat badan anak tidak diketahui, berikan oralit sesui tabel

Tidak ada komentar:

Google Ads