Google ads

Sabtu, 14 Januari 2012

Size exclusion chromatography (SEC)


Size exclusion chromatography (SEC) disebut juga gel permeation  chromatography (GPC), gel filtration chromatography (GFC), merupakan metode  kromatografi yang menggunakan partikel berpori untuk memisahkan molekul dengan  ukuran yang berbeda. Teknik SEC pertama kali ditemukan oleh Grant Henry Lathe  dan Colin R Ruthven.
SEC umumnya diaplikasikan untuk kompleks makromolekuler  sperti protein dan industri polimer terutama digunakan untuk memisahkan molekul  biologis, untuk menentukan bobot molekul dan distribusi bobot molekul dari polimer.  Molekul yang lebih kecil dari ukuran pori dapat memasuki partikel dan mempunyai  jalur dan waktu transit yang lebih panjang dibandingkan molekul besar yang tidak  dapat memasuki partikel. Semua molekul yang lebih besar dari ukuran pori tidak  tertahan dan terelusi bersama. Molekul yang memasuki pori akan mempunyai waktu  tinggal dalam partikel yang tergantung pada ukuran dan bentuk molekul. Molekul  yang berbeda mempunyai waktu transit yang berbeda untuk melewati kolom.

     Kelebihan SEC :
   Waktu pemisahan yang cepat dan hasil yang baik.
   Frekuensi tajam dan sensitivitas baik.
  Bebas dari kehilangan sampel, pelarut tidak berinteraksi dengan fase stasioner.
   Variasi larutan dapat diaplikasikan tanpa menganggu proses filtrasi

 Kekurangan SEC :
  Hanya sejumlah frekuensi terbatas dapat diakomodasi karena skala waktu  kromatogram pendek.
   Tidak dapat digunakan untuk sampel dengan ukuran seragam, seperti isomer.

Teori
Kolom SEC mengandung partikel berpori dengan diameter pori yang  berbeda. Linarut yang disuntikkan ke dalam kolom tersebut berdifusi ke dalam pori  yang diameternya lebih besar daripada diameter efektif linarut. Walaupun  bobot molekulnya sama, diameter efektifnya berbeda, dan komponen yang diameternya paling besar akan terelusi lebih dahulu. Dengan bertambah  besarnya diameter linarut, jumlah pori yang dapat dimasuki dan  kemampuannya berdifusi dalam pori menurun. Jadi, jika linarut berdiameter  sedemikian rupa sehingga tidak dapat berdifusi ke dalam pori yang mana pun, maka  linarut tersebut dikatakan tereksklusi sempurna dan tidak tertahan, artinya linarut  tersebut terelusi dalam volume kolom.  Linarut yang mampu berdifusi  sempurna ke dalam semua pori dikatakan bermeasi sempurna ke dalam kemasan.  Linarut jenis ini memerlukan volume pelarut yang jauh lebih besar untuk  mengelusinya dari kolom.

Mekanisme SEC
Buffer dipompa melewati kolom oleh alat yang diatur oleh komputer. Saat  campuran molekul dan ion-ion yang terlarut dalam pelarut diaplikasikan pada ujung  atas kolom, molekul-molekul yang lebih kecil (dan ion) didistribusikan melalui  volume pelarut yang lebih besar daripada yang tersedia unutk molekul besar. Molekul  yang lebih kecil dari ukuran pori dapat masuk ke dalam partikel dan karenanya  memiliki jalur yang lebih panjang serta waktu transit yang lebih panjang  dibandingkan molekul besar yang tidak dapat memasuki partikel. Seluruh molekul  yang lebih besar ukurannya dibandingkan ukuran yang tidak tertahan dan akan dielusi  bersamaan. Molekul yang dapat masuk ke dalam pori akan memiliki waktu tinggal  rata-rata dalam partikel, yang bergantung dari bentuk serta ukuran molekulnya.  Karena itu, molekul besar bergerak lebih cepat melewati kolom, dan dengan inilah  campuran tersebut dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya.

Prinsip SEC
Prinsip dari kromatografi eksklusi adalah terjadinya pemisahan molekul  polimer sesuai dengan volume hidrodinamiknya ketika sampel diinjeksikan ke dalam  kolom. Volume hidrodinamik yang dihasilkan dari system kromatografi ini terbagi  menjadi tiga macam volume, yaitu:
 •Volume interstisial (Vi) merupakan volume elusi yang diperoleh jika  molekul polimer memiliki ukuran yang lebih besar daripada ukuran pori-pori  sehingga tidak mampu masuk ke pori-pori.
 •Volume interstisial dan Volume pori (Vi + Vp) merupakan volume elusi  yang diperoleh jika molekul polimer memiliki ukuran yang lebih kecil daripada  ukuran pori-pori sehingga mampu melewati dan masuk ke dalam pori-pori.
 •Volume elusi (Ve) merupakan volume pori untuk molekul polimer yang  memiliki ukuran diantara kedua molekul polimer sebelumnya. Untuk volume  ini, dapat dirumuskan dengan persamaan:  Ve = Vi + Ksec.Vp
 Dimana Ksec adalah nilai konstan pada kromatografi eksklusi (0 < Ksec < 1)
Peralatan penting yang biasanya digunakan pada kromatografi eksklusi (size  exclusion chromatography), antara lain pompa untuk mempertahankan aliran yang  konstan, kolom dengan jenis molekul tertentu, dan detektor untuk hasil yang  kuantitatif.
 Berikut adalah skematis dari system kromatografi eksklusi.

Komponen yang digunakan pada sistem kromatografi ini, yaitu:
 a. Kolom
   Memilih Kolom
            Pemilihan ukuran pori kolom tergantung pada ukuran molekul linarut yang akan  dipisahkan. Sampel yang ukurannya (bobot molekul) bermacam-macam tidak mampu  dipisahkan jenis-jenis molekulnya jika digunakan satu ukuran pori-pori dari kolom.
Setiap kolom eksklusi dengan ukuran pori tertentu hanya memiliki satu kurva  kalibrasi tertentu. Batas eksklusi dan rentang kerja BM tidak didefinisikan dengan  tajam karena distribusi pori kolom tidak sempit. Jika distribusi pori lebar maka akan  dihasilkan kurva dengan kemiringan yang tajam. Dengan demikian, senyawa-senyawa  yang memiliki ukuran molekul hampir sama akan dihasilkan daya pisah yang rendah  jika rentang kerja BM-nya besar. Sebaliknya, jika distribusinya sempit maka akan  didapat kurva yang lebih mendatar. Sehingga, rentang kerja BM akan menjadi lebih  kecil tetapi daya pisah molekul yang memiliki ukuran hampir sama akan meningkat.  Pemisahan optimum komponen-komponen suatu senyawa sampel yang  memiliki distribusi bobot molekul lebar dapat diperoleh jika kolom eksklusi memiliki  rentang kerja BM yang berbeda. Pada setiap rangkaian kolom dapat dihasilkan kurva  kalibrasi tersendiri dimana perolehan kurva kalibrasi ini didapat dengan menyuntikkan senyawa baku (standar baku) yang diketahui bobot molekulnya,  kemudian menentukkan VR masing-masing.  Dengan demikian, kromatografi eksklusi merupakan suatu metode cepat yang  dapat digunakan untuk memperoleh perkiraan harga bobot molekul (BM) suatu  sampel dengan membandingkan empirisnya pada senyawa standar baku. Untuk  memperoleh nilai perbandingan yang bagus, struktur antara sampel dengan senyawa  standar baku haruslah sama.

 b. Fase Gerak
            Fase gerak dalam SEC harus merupakan pelarut polimer yang baik untuk  menghindari efek noneksklusi. Sampel harus terdisolusi pada suhu yang sesuai dan  bertahan cukup lama sebelum akhirnya disuntikkan. Hal tersebut bertujuan agar pelipatan dapat mengembang dalam fase gerak atau dengan kata lain memecahkan  agregat. Bila sampel hanya terlarut sebagian dalam fase gerak, maka dapat terjadi  peningkatan tekanan pada kolom karena ukuran partikel yang terlalu besar. Efek  tersebut dapat diatasi dengan cara memilih pelarut lain, atau meningkatkan  temperatur kolom.
Pada beberapa kondisi, perlu adanya penambahan elektrolit agar terjadi  disagregasi. Beberapa polimer, seperti polyolefin, biasa digunakan untuk analisis  pada suhu tinggi (140-1500C). Bila analisis dilakukan pada kondisi tersebut, maka  fase gerak yang bersifat toksik tidak dapat digunakan (contoh: triklorobenzen),  sehingga perlu dipilih fase gerak yang lain. Fase gerak dalam SEC terbagi menjadi  dua bagian besar, yaitu:
 1.Fase gerak SEC untuk protein dan polimer larut air
SEC sering digunakan untuk mengisolasi protein, menghilangkan agregat,  desalting sampel protein, memisahkan fraksi asam nukleat, atau untuk mengetahui  sifat polimer larut air yang digunakan dalam makanan, cat, sediaan farmasi, dan  sebagainya. Fase gerak yang digunakan disesuaikan dengan fase diam, antara lain:
 1. Silika
Jenis kolom:SW,S WxI, danSuperSW digunakan untuk menganalisis protein  dan asam nukleat menggunakan aqueous buffer sebagai fase gerak.
 2. Polimetakrilat
Jenis kolom:PW danPWxI digunakan untuk menganalisis polimer industry,  oligosakarida, asam nukleatm virus menggunakan fase gerak berupa larutan  buffer atau larutan garam. Kolom PWxI yang digunakan untuk menganalisis  polimer kationik menggunakan fase gerak berupa larutan garam encer. 
Contoh pelarut mengandung air yang sering digunakan sebagai fase gerak  dalam SEC yaitu buffer fosfat (pH 7,0), larutan KCl dan larutan NaCl
 2.Fase gerak SEC untuk polimer polar dan polimer larut dalam pelarut organik.
            Fase gerak SEC untuk polimer polar dan polimer larut dalam pelarut organik  SEC sering digunakan untuk mengetahui sifat polimer organic polar dan  polimer larut dalam pelarut organik. Pemilihan pelarut organic didasarkan atas efek  partisi dan adsorpsi pelarut. Jenis fase gerak yang digunakan disesuaikan dengan fase  diam, antara lain:
1. Polimetakrilat (high % X-linking)
            Jenis kolom:Alpha danSuperAW menggunakan fse gerak berupa pelarut  organic polar seperti methanol, asetonitril, DMF, DMSO, THF, dan HFIP.
 2. Polistirena
 Ada dua jenis kolom, yaitu kolom Ultra-low adsorption (contoh:SuperHZ,  SuperMultiporeHZ, HxIdan Multipore) menggunakan pelarut yang terbatas,  dan kolom Low adsorption (contoh:SuperH danHhr) dapat menggunakan  pelarut yang lebih bervariasi.

c. Detektor
Setelah pemisahan sampel polimer, molekul dapat dideteksi dengan sistem  detektor yang berbeda-beda, misalnya dengan refraktometer atau detektor UV-Vis.  Intensitas detektor direkam sebagai fungsi volume pelarut eluen. Sistem dikaliberasi  dengan menggunakan polimer sampel yang diketahui berat molekulnya, dapat  dilakukan dengan evaluasi berat molekul dan distribusi berat molekul menggunakan  detektor sinar menyebar (light scatter detector), berat molekul polimer dapat  ditentukan secara langsung dan tidak perlu dikaliberasi terlebih dahulu.  Peralatan SEC
 Gambar 6. Size exclusion chromatography (german: GPC) Calibration versus PS-  Standards, solvent normally THF, Mw range 600- 3000000 g/mol
2.  Teknik menggunakan size exclusion chromatography (SEC) dengan on-line  light-scattering, UV absorbance, dan refractive index detectors untuk karakterisasi  berat molekul polipeptida dari simple protein atau glikoprotein atau untuk  menentukan stoikiometri dari kompleks protein. Dua keuntungan dari  pendekatan ini adalah pengukuran berat molekul tidak bergantung pada posisi elusi  dan dapat meniadakan pengaruh karbohidrat. Ketika sebuah protein atau kompleks  berisi tanpa karbohidrat, metode 2 deteksi yaitu: light scattering dikombinasi dengan  refractive index dapat digunakan untuk menghitung berat molekul. Ketika protein  mengandung karbohidrat metode 3 detektor digunakan untuk menghitung berat  molekul dari polipeptida sendiri. Pada akhirnya, metode tiga detektor digunakan  untuk menentukan stoikiometri kompleks protein yang mengandung karbohidrat


DAFTAR PUSTAKA
 Wen Jie, Tsutomu Arakawa, and John S. Philo. ANALYTICAL BIOCHEMISTRY:
 Size-Exclusion Chromatography with On-Line Light-Scattering, Absorbanc
 and Refractive Index Detectors for Studying Proteins and Their Interactions.
 Protein Chemistry Department, Amgen Inc., Thousand Oaks, California. 1996
 Chi-san Wu. Handbook of Size Exclusion Chromatography. MARCEL DEKKER,
 INC. New York. 1995
 http://www.polymer.uni-karlsruhe.de/english/310.php
 http://www.impactanalytical.com/applications/sec.aspx
 http://elchem.kaist.ac.kr/vt/chem-ed/sep/lc/size-exc.htm
 http://www.kfunigraz.ac.at/~trathnig/2032-_a.pdf
 http://www.separations.us.tosohbioscience.com/Products/HPLCColumns/ByMode/Siz
 eExclusion/

Tidak ada komentar:

Google Ads