Google ads

Jumat, 10 April 2015

Obat Indeks Terapi Sempit




Obat dengan indeksi terapi sempit merupakan obat-obat dengan batas keamanan yang sempit. Pada obat dengan indeks terapi sempit, perubahan sejumlah kecil dosis obat dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan atau bahkan efek toksik. Oleh karena itu, obat-obat ini memerlukan pengawasan pada level obat dalam plasma dan penyesuaian dosis untuk mencegah timbulnya efek toksik (Kang dan Lee, 2009).
Adapun contoh dari obat indeks terapi sempit diantaranya adalah sebagai berikut :
-          Asam valproat
Selain memiliki banyak efek samping juga termasuk dalam golongan obat-obat dengan indeks terapi sempit dengan kisar terapi 50-100 mg/L (Winter, 1994).
-          Teofilin [(3,7-dihidro-1,3-di-metilpurin-2,6-(1H)-dion] atau 1,3-dimetilxantin.
adalah bronkodilator yang digunakan untuk pasien asma dan penyakit paru obstruktif yang kronik, namun tidak efektif untuk reaksi akut pada penyakit paru obstruktif kronik.
Teeofilin merupakan salah satu obat yang memiliki indeks terapi sempit yaitu 8-15 mg/L darah. Potensi toksisitasnya telah diketahui berhubungan dengan kadar teofilin utuhdalam darah yaitu >20 mg/L. Penggunaan teofilin dosis tinggi dapat menyebabkan takikardi, muntah, dan transplacental toxicity.
-          Warfarin
Warfarin merupakan antikoagulan oral. Lebih dari 90% dari warfarin terikat pada albumin plasma, yang mungkin menjadi penyebab kenapa volume distribusinya kecil (ruang albumin), jika albumin plasma rendah maka obat bebas dari warfarin ini akan meningkat, oleh karenanya ia disebut obat dengan indeks terapi sempit (Katzung, 2004; Jaffer, Bragg, 2003).

3 komentar:

izzahusna mengatakan...

terimakasih

irfan maulana mengatakan...

terima kasihhhh....

Marselina Nedja mengatakan...

Terima kasih :) sangat bermanfaat

Google Ads