Google ads

Senin, 24 Juni 2013

Peptaibol

Peptaibol merupakan peptida hidrofobik linier yang memiliki berat molekul 500 – 2200 Da  yang terbagi menjadi 2 ukuran, yakni ukuran pendek (7 – 11 residu) dan ukuran panjang (18 – 20 residu) (Kubicek dkk., 2007). Peptaibol terdiri dari beberapa asam amino non-protein seperti α-aminoisobutirat (Aib) dan isovaline (Iva), ujung-N yang terasetilasi dan suatu amino alkohol pada ujung-C (Chutrakul dkk., 2008).

Nama "peptaibol" terbentuk dari nama – nama komponennya seperti  peptida, Aib, dan alkohol amino. Peptaibol merupakan peptida hidrofobik linier yang memiliki berat molekul 500 – 2200 Da  yang terbagi menjadi 2 ukuran, yakni ukuran pendek (7 – 11 residu) dan panjang (18 – 20 residu) (Kubicek dkk., 2007). Peptaibol terdiri dari beberapa asam amino non–protein seperti α-aminoisobutirat (Aib) dan isovaline (Iva). Serta ujung-N yang terasetilasi dan suatu amino alkohol pada ujung-C (Chutrakul dkk., 2008).

Pada saat ini  lebih dari 307 peptaibol yang telah disusun dalam suatu database yang berisi informasi meliputi urutan dan struktur peptaibol (Daniel dan Filho, 2007). Peptaibol yang telah ada yakni trichotoxin A50 yang telah disimpan didalam database (http://peptaibol.cryst.bbk.ac.uk/structure.htm). Peptaibol yang dihasilkan sangat heterogen, baik dalam ukuran maupun komposisi asam amino pada beberapa tempat dalam urutannya. Peptaibol hasil isolasi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Bacillus stearothermophilus (Chutrakul dkk., 2008).
Peptaibol sangat kaya akan α-aminoisobutirat (Aib) dan isovaline (Iva). Penambahan Aib secara ekstraseluler dan bukan asam amino lain dapat meningkatkan laju pembentukkan peptaibol. Hal ini disebabkan karena mikroba penghasil peptaibol harus mensintesis Aib dari asam amino Alanin (Ala) terlebih dahulu (Chutrakul dkk., 2008).
Salah satu hipotesis fungsi produksi peptaibol oleh fungsi tertentu, adalah bahwa peptaibol diperlukan untuk induksi sintesis spora pada kultur yang sudah tua. Itu sebabnya peptaibol ditemukan lebih banyak diperoleh pada miselia kultur permukaan pada media agar, dari pada kultur yang tenggelam dalam media kultur cair (Kubicek dkk., 2007)

Tidak ada komentar:

Google Ads