Google ads

Senin, 24 Juni 2013

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme terbagi dua yaitu faktor fisika (temperatur, pH, dan tekanan osmosis) dan faktor kimia (nutrisi media).



1. Temperatur

Temperatur optimum merupakan temperatur pada saat pertumbuhan terbaik mikroorganisme. Pada temperatur yang sangat tinggi akan terjadi denaturasi protein sedangkan pada temperatur yang sangat rendah aktivitas enzim akan berhenti (Tortora dkk., 2001).

2. pH

Aktivitas metabolisme mikroorganisme menghasilkan sisa buangan seperti asam hasil degradasi karbohidrat, dan alkali hasil pemecahan protein yang dapat mempengaruhi pH lingkungan. Penurunan dan peningkatan pH akan mempengaruhi kecepatan reaksi kimia. Hal ini disebabkan karena adanya kerusakan enzim seluler yang dapat mengganggu pertumbuhan (Cappuccino dkk., 2011).

3. Tekanan osmosis

Osmosis merupakan pergerakan molekul air (pelarut) melalui membran semipermeabel dari konsentrasi larutan yang tinggi ke konsentrasi rendah. Pada larutan hipertonik, air akan keluar dari dalam sel sehingga membran plasma akan mengkerut dan lepas dari dinding sel (plasmolisis). Sedangkan dalam larutan hipotonik, air akan masuk ke dalam sel yang dapat menyebabkan lisis (Cappuccino dkk., 2011).

4. Kebutuhan oksigen

Mikroorganisme aerob membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya, Sedangkan mikroorganisme anaerob tidak membutuhkan oksigen. Mikroorganisme fakultatif anaerob dapat tumbuh dengan ada ataupun tidak ada oksigen. Pada lingkungan sedikit oksigen, respirasi seluler dilakukan secara anaerobik dengan menggunakan senyawa-senyawa seperti nitrat dan sulfat atau dengan jalur fermentasi (Cappuccino dkk., 2011).

5. Nutrisi media

a. Karbon

Organisme autotrof menggunakan karbon anorganik dalam bentuk karbondioksida sebagai sumber energi. Sedangkan organisme heterotrof harus menggunakan nutrien organik seperti glukosa(Cappuccino dkk., 2011).

b. Nitrogen

Nitrogen dibutuhkan dalam pembentukan protein dan asam nukleat. Beberapa organisme dapat menggunakan nitrogen dari senyawa anorganik seperti garam amonium atau nitrat dan senyawa organik yang mengandung nitrogen seperti asam amino (Cappucinno dkk., 2011).

c. Sulfur

Sulfur berikatan dengan beberapa asam amino yang merupakan komponen protein. Sumber organik unsur ini berupa asam amino yang mengandung sulfur dan sumber anorganik dapat berasal dari senyawa sulfat (Cappuccino dkk., 2011).

d. Fosfor

Unsur ini penting untuk sintesis asam nukleat DNA dan RNA serta ATP (Cappuccino dkk., 2011).

e. Mikroelemen

Ion-ion logam seperti Ca2+, Zn2+, Na+, K+, Cu2+, Mn2+, Mg2+, Fe2+, dan Fe3+ merupakan unsur penting dalam berbagai aktivitas seluler. Mikroelemen merupakan bagian enzim atau kofaktor yang membantu katalis dan membentuk protein (Pratiwi, 2008).

f. Vitamin

Senyawa ini dibutuhkan dalam konsentrasi yang sangat sedikit yang digunakan sebagai koenzim dan pertumbuhan sel. Beberapa mikroorganisme membutuhkan vitamin untuk aktivitas metabolismenya (Cappuccino dkk., 2011)

Tidak ada komentar:

Google Ads