Google ads

Jumat, 18 Januari 2013

Calkon / kalkon / calcone



Calkon merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid. Reaksi sederhana dari berbagai derivat asetofenon dan berbagai derivat aldehid membentuk Calkon (Markham, 1988; Prasad et al, 2008; Swamy dan Agasimundin, 2008). Calkon adalah 1,3-difenil-2-propen-1-on, dimana 2 cincin aromatik dihubungkan oleh suatu keton α, β tak jenuh (Patil et al, 2009).
Beberapa jenis Calkon memperlihatkan aktivitas, misalnya sebagai antibakteri seperti lichocalcon yang diisolasi dari akar tumbuhan Glycyrrhiza inflata (Tsukiyama et al, 2002), sebagai antikanker prostat seperti calcon panduratin A, yang diisolasi dari daun kulit batang tumbuhan Kaempferia pandurata (Zingibeaceae)(Yun et al, 2006), serta masih banyak senyawa-senyawa calkon yang mempunyai keaktifan yang lain.

Senyawa kalkon merupakan senyawa potensial yang memiliki aktivitas antikanker maupun antioksidan.  Kalkon merupakan salah satu metabolit sekunder golongan flavonoid yang dapat ditemukan pada tumbuh-tumbuhan.dan dikenal mempunyai berbagai macam aktivitas seperti antimikroba, anti kanker, sitotoksitas, anti kolera, anti inflamasi dan anti tumor. Senyawa kalkon ini dapat diperoleh dengan cara isolasi dari tumbuhan, namun untuk memperolehnya, terdapat beberapa kelemahan antara lain persentasenya dalam tumbuhan yang kecil yaitu sekitar 3-5%, variasi strukturnya relatif sedikit, serta membutuhkan biaya yang cukup mahal dan waktu yang cukup lama untuk mengisolasinya. Berdasarkan fakta tersebut, maka didapatkan suatu solusi yang dapat meminimalisir segala kekurangan dalam proses isolasi  yaitu dengan cara sintesis kimia di laboratorium. Metode sintesis merupakan upaya terbaik untuk menyiapkan senyawa kalkon dan turunannya dengan jumlah dan variasi struktur sesuai dengan yang dikehendaki. Senyawa ini sangat menarik dalam kaitannya dengan penggunaannya sebagai material awal dalam sintesis berbagai jenis senyawa heterosiklik seperti senyawa pirazolin, pirimidin,benzotiazepin, sikloheksanon yang kaya dengan aktifitas biologis.

Harapan besar penemuan senyawa obat baru mendorong peneliti melakukan berbagai pengembangan terhadap pola dan metoda sintesis senyawa kalkon.Sejauh ini pengembangan senyawa kalkon dilakukan dengan modifikasi substituen pada kerangka dasarnya melalui sintesis kimia. Modifikasi substituen pada kerangka dasarsenyawa-senyawa kimia, bertujuan untuk mengoptimasi aktivitas farmakologi dan atau mengurangi efek yang tidak diinginkan pada suatu senyawa kandidat obat  

Kalkon
            Kalkon atau 1,3-diaril-2-propen-1-on (1) mempunyai hubungan struktur yang dekat dengan senyawa flavonoid (2). Secara kimia calkon mempunyai cincin terbuka dari flavonoid yang terdiri dari dua cincin aromatis yang digabungkan oleh keton α dan β tak jenuh dalam sistem C-karbonil (Nowakowska, 2007).
          Kalkon termasuk salah satu golongan produk alam dengan penyebaran luas pada buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, dan kedelai (Nowakowska, 2007),  namun persentasenya kecil, variasi struktur sedikit  dan butuh biaya yang mahal untuk mengisolasinya. Tumbuhanseperti tomat merupakan kelompok buah-buahan yang terakumulasi senyawa kalkon dan flavanon (Iijima etal., 2008). Eriodictiol(3) telah berhasil diidentifikasi pada tomat tersebut (Iijima et al., 2008). Selain itu senyawa 2’-hidroksi- 3,4,3’,4’,6’-pentametoksi (4) juga telah berhasil diisolasi dari kulit buah Citrus kinokuni HORT. ex TANAKA (Iwase etal., 2001). Senyawa kalkon lainya 2’,4’-dihidroksi-3’,5’,6’-trimetoksi kalkon diisolasi dari kulit batang tumbuhan Cryptocarya costata (Usman et al., 2005).
             Namun kalkon yang terdapat  dalam tumbuh-tumbuhan biasanya memiliki kandungan yang rendah dengan variasi struktur relatif terbatas. Isolasi kalkon dari tumbuh-tumbuhan biasanya juga membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya relatif mahal. Oleh karena itu, sintesis merupakan upaya terbaik untuk mendapatkan senyawa kalkon dan turunannya dengan hasil yang lebih besar dan variasi struktur sesuai dengan yang dikehendaki.

            Salah satu cara untuk membuat senyawa turunan kalkon adalah melalui kondensasi aldol dari suatu keton aromatik dan aldehid aromatik baik dalam kondisi basa maupun asam. Metoda ini dikenal ramah lingkungan karena menggunakan bahan kimia berbahaya yang relatif kecil. Di samping itu, daya tarik lain dari metoda ini adalah dapat dilakukan dengan pendekatan kimia kombinatorial. Melalui kombinasi dua reaktan akan menghasilkan kalkon dengan struktur yang sangat beragam dan sesuai dengan yang diinginkan
Kondensasi Aldol
       Sejauh ini pengembangan senyawa kalkon dilakukan dengan modifikasi substituen pada kerangka dasarnya melalui sintesis kimia.Turunan senyawa kalkon dapat disintesis secara luas melalui kondensasi Claisen-Schmidt dari suatu aldehid dengan metil keton dalam suasana basa (Bag etal., 2009; Power etal., 1998).  

  
Reaksi kondensasi adalah reaksi dimana dua molekul atau lebih bergabung menjadi suatu molekul yang lebih besar, dengan atau tanpa hilangnya suatu molekul (seperti air) (Fessenden dan Fessenden, 1994).
            Reaksi kondensasi hampir mirip dengan reaksi polimerisasi. Perbedaannya pada reaksi kondensasi, bergabung melibatkan 2 atau 3 molekul yang berkondensasi, sedangkan pada polimerisasi dapat sampai ratusan atau jutaan molekul (Fessenden dan Fessenden, 1994).
Dalam kondensasi aldol, suatu ikatan karbon-karbon baru yang terbentuk antara atom-atom α dari suatu senyawa karbonil dan atom karbon karbonil yang lainnya karena keasaman atom hidrogen α dari senyawa karbonil membuatnya memungkinkan senyawa karbonil tersebut untuk bereaksi dengan yang lainnya sehingga menghasilkan suatu produk gabungan keduanya adalah suatu aldehid dan suatu alkohol. Reaksi ini sering disebut dengan kondensasi aldol. (Quellete, 1994)

Tidak ada komentar:

Google Ads